Jumat, 23 Maret 2018

GERAKAN CINTA BUDAYA INDONESIA (GCBI) MELALUI FACEBOOK


GERAKAN CINTA BUDAYA INDONESIA (GCBI)
MELALUI FACEBOOK
Oleh : Ni Luh Putu Eka Juliari

Dalam era globalisasi ini, teknologi menjadi sesuatu yang susah untuk dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Dengan perkembangannya yang begitu pesat, teknologi diharapkan dapat membantu manusia untuk memudahkan pekerjaan, contohnya dalam bidang telekomunikasi seperti penggunaan telepon genggam yang sudah menjadi gaya hidup manusia zaman sekarang.
Negara Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan kebudayaannya. Terbukti dengan kemajemukan yang dimilikinya meliputi 33 provinsi yang memiliki suku dan kebudayaannya masing-masing membuat Indonesia terkenal bahkan ke seluruh pelosok negeri. Namun apa mau dikata, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Negara ini masih tergolong rendah. Bahkan ada yang sampai tidak mengenal kebudayaannya sendiri seperti Tari Pendet, seni Batik, dan lain sebagainya diklaim oleh Negara lain. Contohnya saja kasus  tingkah negeri tetangga Malaysia yang lagi-lagi mengklaim batik nusantara dan tari pendet Bali sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Malaysia mengumumkan ke luar negaranya bahwa batik dan tari pendet juga merupakan budaya mereka dan menjadikannya sebagai salah satu penarik kunjungan pariwisata ke negeri Jiran itu.
Ini bukan pertama kalinya Malaysia melakukan hal yang sama. Klaim atas batik sebagai kekayaan negara tetangga kali ini juga bukan kali pertama dan hanya dilakukan oleh Malaysia, tetapi merupakan tindakan ke sekian kalinya tanpa respon berarti dari pemerintah kita. Dari kasus tersebut seyogyanya kita lebih termotivasi untuk lebih mengenal kebudayaan kita sendiri, dan mendengungkan hal milik Negara kita ke seluruh pelosok negeri. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi yang kian melesat bak meteor jatuh ke bumi. Teknologi yang bisa kita gunakan adalah dengan memanfaatkan alat telekomunikasi seperti handphone, internet, dan lain sebagainya.
Media komunikasi internet bukan hal yang baru lagi bagi kita. Banyak konten yang bisa kita gunakan melalui internet. Misalnya dengan memanfaatkan fasilitas blogspot, website, wordpress, mailing list, jejaring social (facebook, twitter, friendster, dan lain-lain). Nah, mengacu pada perkembangan zaman yang semakin up to date, maka kita tidak boleh kalah dengan arusnya. Kebudayaan yang Negara Indonesia miliki, bisa disiarkan ke khalayak ramai melalui salah satu dari konten internet tersebut. Facebook, merupakan jejaring social yang begitu di gandrungi saat ini.

Budaya dalam pengertian yang luas adalah pancaran daripada budi dan daya. Seluruh apa yang difikir, dirasa dan direnung diamalkan dalam bentuk daya menghasilkan kehidupan. Budaya adalah cara hidup sesuatu bangsa atau umat. Budaya tidak lagi dilihat sebagai pancaran ilmu dan pemikiran yang tinggi dan murni dari sesuatu bangsa untuk mengatur kehidupan berasaskan peradaban (Guruvalah. 2008. Modul 1 Pengertian Kebudayaan dan Seni. Samarinda : Dinas Pendidikan SMKN 1 Samarinda).

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Posting Komentar