GERAKAN
CINTA BUDAYA INDONESIA (GCBI)
MELALUI FACEBOOK
Oleh : Ni Luh Putu Eka Juliari
Dalam
era globalisasi ini, teknologi menjadi sesuatu yang susah untuk dilepaskan dari
kehidupan kita sehari-hari. Dengan perkembangannya yang begitu pesat, teknologi
diharapkan dapat membantu manusia untuk memudahkan pekerjaan, contohnya dalam
bidang telekomunikasi seperti penggunaan telepon genggam yang sudah menjadi
gaya hidup manusia zaman sekarang.
Negara
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan
kebudayaannya. Terbukti dengan kemajemukan yang dimilikinya meliputi 33
provinsi yang memiliki suku dan kebudayaannya masing-masing membuat Indonesia
terkenal bahkan ke seluruh pelosok negeri. Namun apa mau dikata, Sumber Daya
Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Negara ini masih tergolong rendah. Bahkan ada
yang sampai tidak mengenal kebudayaannya sendiri seperti Tari Pendet, seni
Batik, dan lain sebagainya diklaim oleh Negara lain. Contohnya saja kasus tingkah negeri tetangga Malaysia yang lagi-lagi
mengklaim batik nusantara dan tari pendet Bali sebagai bagian dari kebudayaan
mereka. Malaysia mengumumkan ke luar negaranya bahwa batik dan tari pendet juga
merupakan budaya mereka dan menjadikannya sebagai salah satu penarik kunjungan
pariwisata ke negeri Jiran itu.
Ini
bukan pertama kalinya Malaysia melakukan hal yang sama. Klaim atas batik
sebagai kekayaan negara tetangga kali ini juga bukan kali pertama dan hanya
dilakukan oleh Malaysia, tetapi merupakan tindakan ke sekian kalinya tanpa
respon berarti dari pemerintah kita. Dari kasus tersebut seyogyanya kita lebih
termotivasi untuk lebih mengenal kebudayaan kita sendiri, dan mendengungkan hal
milik Negara kita ke seluruh pelosok negeri. Salah satunya adalah dengan
memanfaatkan teknologi yang kian melesat bak meteor jatuh ke bumi. Teknologi
yang bisa kita gunakan adalah dengan memanfaatkan alat telekomunikasi seperti
handphone, internet, dan lain sebagainya.
Media
komunikasi internet bukan hal yang baru lagi bagi kita. Banyak konten yang bisa
kita gunakan melalui internet. Misalnya dengan memanfaatkan fasilitas blogspot,
website, wordpress, mailing list, jejaring social (facebook, twitter,
friendster, dan lain-lain). Nah, mengacu pada perkembangan zaman yang semakin up to date, maka kita tidak boleh kalah
dengan arusnya. Kebudayaan yang Negara Indonesia miliki, bisa disiarkan ke
khalayak ramai melalui salah satu dari konten internet tersebut. Facebook,
merupakan jejaring social yang begitu di gandrungi saat ini.
Budaya dalam pengertian yang luas adalah pancaran
daripada budi dan daya. Seluruh apa yang difikir, dirasa dan direnung diamalkan
dalam bentuk daya menghasilkan kehidupan. Budaya adalah cara hidup sesuatu
bangsa atau umat. Budaya tidak lagi dilihat sebagai pancaran ilmu dan pemikiran
yang tinggi dan murni dari sesuatu bangsa untuk mengatur kehidupan berasaskan
peradaban (Guruvalah. 2008. Modul 1 Pengertian Kebudayaan dan Seni.
Samarinda : Dinas Pendidikan SMKN 1 Samarinda).






0 komentar:
Posting Komentar